Marriage


Marriage is hard topic especially if you already twenty six years old or above

Cause marriage has been our culture and islamic culture. 

Menikah, berbicara tentang pernikahan identik dengan hal special, gaun pengantin, dekorasi, makanan lezat, tamu undangan, dan semua tamu yang datang pun memakai baju terbaik yang mereka punya. Yang ga biasa dandan pun jadi terlihat cantik, cakep, ganteng hehe 

Terasa spesial lah pastinya..

Beberapa orang yang memutuskan untuk menikah muda karena dia merasa sudah siap lahir batin, baik secara finansial, secara psikologis atau biologisnya. 

Namun ada pula orang yang memilih untuk menikah di umur yang terbilang matang atau dewasa. Karena mereka merasa capable disaat usia mereka matang. Atau dengan alasan karena mereka ingin menyelesaikan tugas atau cita-cita yang belum selesai. Beberapa orang 

sebelum menikah mungkin  ingin menyelesaikan gelar S2 nya, memiliki rumah impiannya, ingin memberangkatkan haji orang tuanya, atau keinginan yang lain.

Ga ada yang salah dengan pilihan keduanya, menikmati hidup dengan menjalani kesibukan atau goal yang mereka punya.

"Because getting married is not the only goal in everyone's life"


"Getting married is not the only happiness"


Tapi apakah menikah itu adalah sesuatu pintu menunju kebahagiaan?


Menurut gw, kebahagiaan sebelum menikah adalah hal penting yang harus kita punya, kita perlu menyayangi dan mengisi tangki kebahagiaan kita sendiri sebelum menikah, sehingga kita bisa menyayangi pasangan dan tak bergantung serta menuntut pasangan untuk memenuhi tangki kebahagiaan kita. 

Percayalah, kita bisa bahagia dengan apa yang kita lakukan untuk diri kita ataupun untuk orang lain, bukan karena dengan apa yang kita punya. 


Memang,  memiliki pasangan yang menawan, pengertian dan bertanggung jawab adalah sebuah kebahagiaan tersendiri, tetapi kita pun perlu bebenah untuk bisa memantaskan diri menjadi pasangan terbaik untuknya. Bukan pasangan yang menuntut kebagian darinya. 

Karena kita bisa saling untuk melengkapi dan membahagiakan satu sama lain. 


Menurut gw, pernikahan adalah sebuah ritual sakral yang gak main-main, sebuah janji dan sumpah didepan Tuhan dan orang tua kedua mempelai, janji untuk bertanggung jawab dan menempuh jalan baru dengan mandiri. 

a new life that will meet more challenges, draining emotions, strugling, tears, laugh, and all that will be lived together until the end of life.

Tujuan menikah adalah hidup bersama saling melengkapi selamanya, jadi mari

Kita asumsikan kita akan menikah dengan pasangan sampai kita menua dan menghembuskan nafas terakhir. 

Lo akan menjalani kehidupan saat pertama kali membuka mata yang lo liat dia, aktivitas bersama dia, bertukar pikiran, bercanda dan melakukan semuanya bersama, jadi pastikan untuk memilih orang yang tepat untuk menjadi partner hidup.  

Kalau gue pribadi, ideal tipe husband gue adalah orang yang bisa mendengarkan istinya, gue pun bisa mendengarkan dia, compromise, ga mengaggap istinya adalah makhluk lemah, tapi kita bisa saling ngecover, si istri bisa mengisi part dimana mungkin saat si suami lagi gak capable melakukan sesuatu atau pun sebaliknya. 


Gue paham bahwa suami adalah imam dalam rumah tangga. He is leader in his family, and make all the decisions. but not all over, you know what I mean. 


Gue ibaratkan rumah tangga adalah sebuah KAPAL dimana suami adalah pilotnya dan si istri adalah co-pilotnya. 

Kita bisa saling membantu dan bekerja sama agar si kapal ga tiba-tiba nabrak gunung dan collapsed.


Jangan buru-buru menikah cuma karena merasa temen udah pada menikah terus "ah yaudah gw nikah deh temen-temen gue soalnya udah"

Atau 

"Gue nikah deh biar orang tua dan tetangga ga nanyain mulu kapan nikah" 


Yang bisa memutuskan kapan kita menikah adalah diri kita sendiri, bukan orang tua, temen, tetangga, ataupun nitizen hehe

Ga ada satupun orang yang bisa mendikte Lo mau hidup kaya apa, ini hidup lo sendiri. 



Segini aja uneg-uneg gue semoga bermanfaat😁


See ya next time ^^

Comments

Popular posts from this blog