Jakarta, 26 Mei 2021

I’m in love unconditionally, I want you to the bone.






waktu berjalan cepat

Setiap detiknya tak terasa dan menyisahkan rasa yang datang bersama canda dan tawa, bersama sedikit penyesalahan, setiap keraguan, dan keyakinan. Keyakinan bahwa akhirnya aku bertemu dia.

Aku teringat, aku pernah menulis sebuah harapanku kurang lebih seperti ini “Belajar memaafkan diri sendiri dimasa lalu dan masa depan, serta memafkan orang lain. Belajar menata hidup yang baru dimasa depan. Semoga di usia tahun ini menjadi lebih baik dalam segala hal dan semoga saling bertemu dan dipertemukan dengan kemantapan hati, serta kepantasan diri, bukan hanya bertemu dipersimpangan keraguan. Aamiin”.

Aku bertemu dengannya dipersimpangan keraguan, namun dia meyakinkan aku dengan kemantapan hatinya, bahwa dia benar-benar memilihku.

Siapa sangka aku yang selama ini sangat merindukan sosok itu, ternyata benar ada disekitarku. Aku mendoakan dan mengharapkan kehadirannya disetiap doa ku.

 Aku sangat bersyukur bertemu dengannya, bersyukur bisa mengenal pribadinya yang unik. Dia yang terlihat dingin dari luar (mirip denganku) namun sangat pengertian, humoris dan penyabar, tutur kata yang lembut yang membuatku jatuh hati pada pribadinya, selain dewasa dan smart, dia menjaga ibadahnya dan ibunya. Benar-benar seperti harapan dalam setiap doaku.

Kita bertukar cerita lucu, pengalaman, dan pendapat tentang issue-issue yang sedang hangat di negeri. Dia bisa diajak diskusi tentang topic apapun, dan humoris pastinya, selera humor kita sama. Seiring berjalannya waktu kita saling memberi kabar, melemparkan perhatian kecil sampai akhirnya aku menemukan kenyamanan pada dirinya, begitupun dia. Kita KLIK.

Aku melihat sosok kakak, sahabat, dan mentor dalam dirinya. Aku memutuskan untuk menjadikan dia sebagai support systemku, setelah mama bapak semua keluarga dan sahabat, kini ada dia. Aku benar-benar bersyukur.

Aku berharap bisa menjadi istri dan ibu yang baik, sholeha, dan mampu bertanggung jawab serta akan tetap menjadi partner hidupnya selamanya.

Aku benar-benar menyayangimu mas. Jangan berubah ya, tetap jadi sahabat yang menyenangkan walapun nanti kita sudah punya anak-anak yang lucu dan menggemaskan.

Aku ingin beribadah bersamamu, berbagi tugas bersamamu, hidup selamaya bersamamu,  menyayangi anak kita, mendidik dan merawatnya sampai mereka dewasa.

Ya allah permudahkanlah jalan kami untuk bisa melangsungkan pernikahan, yakinkan kami dan kuatkan iman kami berdua, aamiin ya Allah..

I want you to the bone, mas eka apriansyah.

                                                                                                             

With love,

Indri Ayu Lestari

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog